Foto: Dok. Media Istiqlal

Khutbah Jumat: Menggapai Kebahagiaan Sejati dalam Kehidupan

Admin 21 Nov 2024 Warta Istiqlal

Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P.
Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal

 

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Segala puji bagi Allah Subhanahu wa ta’ala yang telah menciptakan kehidupan dengan penuh makna dan tujuan. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman. Khatib berwasiat taqwa terkhusus kepada diri khotib dan juga kepada seluruh Jamaah sekalian, marilah senantiasa kita meningkatkan, mengkokohkan ketaqwaan kita kepada Allah subhanahu wa taala.

Tema Khutbah :  Menggapai Kebahagiaan Sejati dalam Kehidupan

Kebahagiaan adalah dambaan setiap manusia. Semua orang menginginkan hidup bahagia, tetapi tidak sedikit yang keliru dalam memahami makna kebahagiaan, dalam hidup terkadang sawang-sinawang, saling melihat antar sesama sehingga jamak diartikan kebahagiaan adalah memiliki harta yang berlimpah, dan seiring kita terjebak dalam kekeliruan ini,  secara materi dan sulit dipungkiri  kebahagiaan seperti memiliki rumah yang luas, tetangga yang baik atau kendaraan yang layak, bisa menjadi unsur-unsur dalam mennggapai kebahagiaan, namun dalam Islam, kebahagiaan sejati bukan hanya sekadar perasaan senang atau kenikmatan duniawi yang bersifat sementara. Islam memandang kebahagiaan sebagai keadaan jiwa yang tenang dan tenteram karena dekat dengan Allah dan ridha atas ketetapan-Nya. Berikut tanda-tanda bagi orang yang yang sudah menggapai kebahagiaan sejati;

1. Dekat dengan Allah SWT

Kebahagiaan sejati tidak bisa dilepaskan dari hubungan dengan Allah SWT. Sebagaimana Allah berfirman:

"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28).

Zikir, shalat, dan ibadah lainnya adalah jalan untuk menggapai ketenangan hati. Dengan dekat kepada Allah, manusia merasa tenang meskipun menghadapi berbagai tantangan dan ujian dalam hidup.

2. Menjalani Hidup dengan Keimanan dan Ketakwaan

Keimanan yang kuat adalah pondasi kebahagiaan. Orang yang beriman akan selalu yakin bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah dan mengandung hikmah yang baik. Oleh karena itu, menghadapi cobaan dengan sabar dan syukur merupakan salah satu kunci kebahagiaan. Dalam QS. An-Nahl: 97, Allah berfirman:

"Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik."

3. Mensyukuri Nikmat Allah

Sikap syukur adalah kunci penting untuk merasakan kebahagiaan sejati. Banyak orang yang merasa tidak bahagia karena lebih banyak memikirkan kekurangan daripada mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan. Rasulullah SAW bersabda:

"Lihatlah kepada orang yang berada di bawah kalian (dalam hal rezeki dunia), dan janganlah melihat kepada orang yang di atas kalian, agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepada kalian." (HR. Muslim).

4. Berbuat Baik kepada Sesama

Kebahagiaan sejati bukan hanya milik individu, tetapi juga berhubungan erat dengan orang-orang di sekitar kita. Islam mengajarkan bahwa dengan menolong sesama, membantu orang yang membutuhkan, dan berbuat baik, kita akan merasakan kepuasan batin yang mendalam. Rasulullah SAW bersabda:

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." (HR. Ahmad).

5. Menjaga Akhlakul Karimah

Orang yang memiliki akhlak mulia akan merasa bahagia karena dirinya disukai oleh Allah dan dicintai oleh sesama manusia. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa akhlak yang baik, seperti sabar, jujur, amanah, dan lemah lembut, tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga kebahagiaan hidup.

6. Tawakal dan Ridha atas Ketetapan Allah

Kebahagiaan sejati adalah ketika kita mampu menyerahkan segala urusan kepada Allah setelah berikhtiar dan menerima dengan ikhlas apapun ketetapan-Nya. Tawakal membawa ketenangan jiwa dan menghindarkan kita dari rasa cemas dan khawatir yang berlebihan.

7. Menghindari Dosa dan Perbuatan Maksiat

Dosa dan maksiat akan menutupi hati dan menghalangi cahaya kebahagiaan. Orang yang berbuat dosa akan merasa gelisah dan tidak tenteram, sementara taubat dan menjauhi maksiat adalah jalan untuk membersihkan hati dan meraih kebahagiaan sejati.

Hadirin yang dirahmati Allah, sebagai penutup khutbah yang singkat ini, Rosululloh Shallallahu alaihi wasallam Bersabda :

اﻟﺴﻌﺎﺩﺓ ﻛﻞ اﻟﺴﻌﺎﺩﺓ ﻃﻮﻝ اﻟﻌﻤﺮ ﻓﻰ ﻃﺎﻋﺔ اﻟﻠﻪ

‘Kebahagiaan yang sebenarnya adalah panjang umur untuk ibadah kepada Allah.” (HR. Al-Hakim dan Dailami)

 semakna dengan hadis berikut:

ﺧﻴﺮ اﻟﻨﺎﺱ ﻣﻦ ﻃﺎﻝ ﻋﻤﺮﻩ ﻭﺣﺴﻦ ﻋﻤﻠﻪ

“Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Thabrani dan Al Baihaqi)

Kebahagiaan sejati dalam Islam bukanlah sesuatu yang semata-mata diukur dari kenikmatan duniawi belaka, melainkan dari ketenangan jiwa, hubungan yang dekat dengan Allah, akhlak yang baik, serta keimanan dan ketakwaan yang kokoh. Mari kita jadikan hidup ini sebagai ladang amal yang diridhai Allah, sehingga kita tidak hanya bahagia di dunia, tetapi juga di akhirat, Khoiron wa abqaa, lebih baik dan kekal, Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk terus meniti jalan-Nya dan meraih kebahagiaan yang hakiki.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.