Foto: Dok. Media Istiqlal

KH Nasaruddin Umar: Khitan adalah Simbol Kebersihan dan Kesehatan

Administrator 05 Jul 2026 Warta Istiqlal

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Menteri Agama yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA, dalam arahannya pada kegiatan Layanan Khitan Terpadu (LKT), menegaskan bahwa khitan secara syariat merupakan proses menyempurnakan diri sebagai seorang muslim yang telah disyariatkan sejak masa nabi-nabi terdahulu, bukan sekadar rutinitas atau tradisi.

"Hari ini kita melakukan rutinitas di Istiqlal yaitu khitanan massal. Khitan berasal dari 'khatana' yang artinya memotong (sedikit pada organ laki-laki untuk menjadikan dirinya sempurna sebagai muslim)," ujar KH Nasaruddin Umar dalam sambutannya, di  Selasar Ar-Razaq, Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Ahad (5/7/2026).

Lebih lanjut, KH Nasaruddin Umar menekankan bahwa segala sesuatu yang diperintahkan oleh Allah subhanahu wata'ala pasti mendatangkan kebaikan dan maslahat bagi manusia. Beliau juga memaparkan pentingnya khitan dari sisi medis modern yang membuat kebersihan diri menjadi lebih terjaga. Bahwa mereka yang tidak dikhitan memiliki risiko lebih tinggi terhadap berbagai penyakit menular serta kanker kelamin.

"Anak Indonesia  kalau dikhitan sehat.  Sehingga semua yang diperintahkan agama, diwajibkan Allah, itu baik untuk kita. Sementara segala hal yang dilarang agama itu (mendatangkan) bahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu jika sudah khitan maka Ananda menjadi bersih, sehat untuk dirinya dan keluarganya," paparnya.

Khitan juga menjadi penanda bahwa anak telah memasuki fase penting dalam tumbuh kembangnya, dan memfasilitasinya adalah kewajiban moral setiap orang tua. "Khitan menjadi tanda anak kita sudah mumayyiz, dan merupakan salah satu tanggung jawab orangtua untuk mengkhitan anak," jelas KH Nasaruddin.

Bekerjasama dengan BAZNAS, KH Nasaruddin Umar juga memotivasi anak-anak bahwa metode yang digunakan adalah laser modern sehingga minim rasa sakit. "Anak-anak jangan khawatir ya, metodenya menggunakan laser sehingga sakitnya tidak terasa. Insyaallah setelah dikhitan, anak-anak akan semakin pintar, badannya tegar, dan semakin sehat," tambah KH Nasaruddin Umar memotivasi para peserta.

Menjadikan Istiqlal Rumah bagi Masyarakat

Di akhir sambutannya, Imam Besar juga mengajak anak-anak dan seluruh elemen masyarakat untuk tidak ragu datang ke masjid. Beliau menekankan bahwa Masjid Istiqlal adalah milik umat, dan masyarakat—khususnya warga Betawi sebagai penduduk asli Jakarta—adalah tuan rumah di masjid terbesar se-Asia Tenggara ini.

"Jadikanlah Istiqlal tempat untuk bermain, padatilah Masjid Istiqlal, karena masyarakat adalah tuan rumah masjid ini. Selamat kepada anak-anak semua, semoga Allah subhanahu wata'ala memberkahi kita semua," pungkasnya.

Kegiatan Layanan Khitan Terpadu ini berjalan dengan lancar. Diawali dengan kemeriahan budaya Betawi melalui tradisi palang pintu, kehadiran ondel-ondel, serta arakan peserta khitan dengan delman.

Para peserta dan keluarga juga mendapat pendampingan konsultasi online pasca khitan, adapun peserta khitan juga mendapatkan bingkisan berupa pakaian muslim, satu porsi utuh ayam bekakak, dan uang transportasi. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
 

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.