Foto: Dok. Media Istiqlal

Hikmah: Persatuan Umat Islam Menciptakan Perdamaian Dunia

Admin 12 Jul 2024 Warta Istiqlal

Oleh : Dr. Abdul Rosyid Teguhdin, M.Pd

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Allah subhanahu wata'ala mengingatkan dalam firman-Nya:

۞ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

Artinya: "Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat. Dia (juga) melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar kamu selalu ingat." (QS. An-Naḥl [16]:90)

Ayat ini selalu disampaikan oleh khatib sebelum menyelesaikan khutbahnya, pesan yang disampaikan bahwa Allah memerintahkan untuk berbuat Adil, berbuat Kebajikan, memberikan bantuan kepada kerabat dan Allah melarang perbuatan keji, kemunkaran dan permusuhan.

Kutipan ayat yang dibaca oleh khatib adalah salah satu kebijakan khalifah Umar bin Abdul Azis dalam mempersatukan umat Islam yang berseteru yakni pengikut Muawiyah dan pengikut Ali bin Abi Thalib, agar persaudaraan sesama umat Islam terus terjaga, janganlah karena perbedaan pilihan politik, perbedaan mazhab bahkan yang furu’iyyah umat Islam jadi terpecah belah.

Rasulullah ketika berdakwah di Madinah (yastrib) bertemu dengan suku Auz dan Khadraj yang terkenal suka bertikai dan perang, dengan kedatangan Rasulullah suku tersebut dapat berdamai sehingga kesatuan umat Islam di Madinah selalu terjaga.

Beliau membuat Piagam Madinah/Kosntitusi Madinah (Dustur Al Madinah), salah satu fungsinya adalah menyatukan dan menciptakan kehidupan masyarakat Madinah yang damai dan tentram, dibalik segala perbedaan yang ada.

Negara Indonesia memiliki semboyan “Bhineka Tunggal Ika” berbeda-beda tapi tetap satu” kalimat ini diambil dari bahasa Jawa Kawi Kuno kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular (pada masa Majapahit abad ke 14), prinsip dasar persatuan bangsa Indonesia inti diapit oleh cengkraman kaki burung Garuda, melambangkan bahwa bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, warna kulit dan bahasa serta agama tetapi masih dapat bersatu disebut dengan NKRI (Kesatuan Negara Republik Indonesia).

Di bulan Juli dan September 2024 bangsa Indonesia dua tokoh agama kelas dunia yakni Grand Syaikh Al Azhar Imam Akbar Ahmed Al Tayeb dan Paus Fransiskus, kedatangan dua tokoh Agama dunia ini karena undangan bapak Presiden Ir. Joko Widodo dalam rangka menjalin hubungan antar negara dan tokoh agama dunia, semua ini tidak lepas agar mendamaikan konflik yang terjadi di dunia saat ini.

Umat Islam yang mayoritas jumlahnya di Indonesia memainkan peranan penting dalam mendamaikan konflik yang terjadi saat ini, Grand Syaikh Al Azhar memuji peran Indonesia dalam mengupayakan persatuan umat Islam di level global dan dipandang mencurahkan perhatian besar pada sesama muslim di seluruh dunia sedangkan Paus Fransiskus mengajak umat Katolik lebih peduli dan memberikan pelayanan kepada dunia luar terutama untuk selalu merangkul umat muslim sebagai wujud toleransi dan keberagaman sebagai umat manusia.

Kedua tokoh dunia ini mengajak persatuan para pemeluk agama serta berperan aktif untuk merawat keadilan dan kedamaian umat Manusia.

Pesan yang mendalam surah Al-Nahl ayat 90 adalah dengan berlaku adil, selalu berbuat baik dan membantu saudara (karabat) maka akan tercipta kedamaian dan pesan ini berlaku untuk semua umat manusia, ini adalah amar ma’ruf (perintah kebaikan) sedangkan lanjutan ayat berikutnya adalah larangan berbuat keji, kemungkaran dan permusuhan, dengan meninggalkan larangan ini maka akan tercipta persatuan antar umat manusia (nahi munkar).

Semoga tercipta baldatun thayiibatun wa rabbun ghafur.
 

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.