Oleh : H. Budi Firmansyah, MM
Para Pembaca Mimbar Jum’at yang berbahagia. Bulan Syaban adalah salah satu bulan yang penuh dengan berkah dan kebaikan, karena suatu masa itu menjadi mulia disebabkan adanya beberapa peristiwa yang terjadi pada masa itu, peristiwa yang terjadi pada masa itu, peristiwa itulah yang menjadi dasar atas diperolehnya suatu harga diri yang diperhitungkan bagi masa-masa tertentu, kadar kebesaran suatu peristiwa yang terjadi akan menjadi tolok ukur kebesaran yang didapatkan oleh suatu masa, dan sejauh mana kemuliaan suatu peristiwa yang terjadi pada masa itu, sejauh itu pula kemuliaan yang didapatkan oleh masa tersebut.
Perbuatan taubat di bulan ini adalah suatu keberuntungan yang besar, meningkatkan taat kepada Allah subhanahu wata'ala pada saat itu adalah bagaikan berdagang yang mendapatkan laba yang melimpah, dan Allah subhanahu wata'ala telah menjadikan bulan Sya’ban sebagai bagian dari berkah yang terkandung dalam masa, dan Allah subhanahu wata'ala akan menjanjikan bagi orang-orang yang bertaubat di bulan itu dengan suatu ketentraman dan ketenangan, barang siapa yang membiasakan dirinya rajin beribadah di bulan itu, maka ia akan mendapatkan keberuntungan kelak di bulan Ramadhan dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik.
Setiap waktu dan tempat memiliki keutamaan seperti Ramadhan menjadi mulia karena diturunkannya Al-Qur’an begitu juga Sya’ban menjadi bulan teristimewa karena turun didalamnya perintah kita bershalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka waktu yang kita rasakan saat ini merupakan anugerah dan karunia dari Allah subhanahu wata'ala bisa perbanyak bershalawat dan perbanyak istighfar memasuki bulan suci Ramadhan.
Syaban diartikan sebuah cabang karena didalamnya bercabang-cabang kebaikan, manfaatkan waktu yang baik ini agar bulan Suci Ramadhan pun akan menjadi yang terbaik.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ (١٨٣)
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. Al-Baqarah : 183).
(SABNA/Humas dan Media Masjid Istiqlal)