Foto: Dok. Media Istiqlal

Gagas Layanan Chaplaincy Muslim, Rr. Rhetno Luncurkan Buku 'Muslim Chaplaincy Indonesia

Administrator 21 Jul 2026 Warta Istiqlal

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Masjid Istiqlal menjadi tempat diluncurkannya buku "Muslim Chaplaincy Indonesia" karya Rr. Rhetno Arobiatul Jauzak—yang mengupas pentingnya peran Chaplain (pendamping rohani spiritual dan mental berbasis profesional arsitektur rahmah untuk institusi publik) yang mampu mendampingi seseorang tanpa menghakimi.

Diselenggarakan di Ruang VIP Al Malik Masjid Istiqlal, Selasa (21/7/2026), peresmian buku ini turut dihadiri Menteri Agama RI yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, didampingi Direktur Pesantren, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kemenag RI H. Basnang Said, dan Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur KH. Abdullah Kafabihi Mahrus.

Telah melewati perjuangan panjang selama dua tahun dalam penyusunan dan revisi, Rere (sapaan akrab sang penulis) berharap gagasan ini dapat segera direalisasikan sebagai kebijakan publik agar peran penting profesi Chaplain dapat dirasakan oleh masyarakat.

"Misi saya adalah sosial, ketika saya fokus meluruskan niat untuk menjadi pendamping spiritual. Saya berharap dari Menag, Menteri Sosial RI (Mensos), teman-teman Komisi, dan semua pengambil kebijakan, (gagasan buku ini) jangan menjadi wacana. Ayo kita eksekusi menjadi kebijakan publik, kita perbaiki dan setarakan," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa buku ini lahir dari riset dan penelitian mengenai pentingnya peran Chaplain sebagai rahmah (rahmatan lil 'alamin) di institusi publik. "Buku ini bukan hanya sekadar buku, saya juga sedang melakukan pilot project di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul, RSI JIH, dan Panti Lansia," paparnya.

Tiga Pilar Filosofis Identitas Nusantara
Dalam formulasi buku ini, terdapat tiga pilar filosofis yang mendefinisikan identitas fundamental Nusantara:
1. Memayu Hayuning Bawana: Memperindah keindahan dunia.
2. Siri' na Pacce: Prinsip bahwa setiap manusia memiliki martabat dan harga diri yang harus dihargai (tidak disepelekan), serta seorang Chaplain diharapkan senantiasa mewakili empati terhadap penderitaan orang lain.
3. Rahmatan lil 'Alamin: Bersifat memberi rahmat bagi seluruh alam.

Integrasi Multidisiplin Ilmu
Chaplain merupakan pendamping rohani yang membekali diri dengan ilmu teologi, agama, budaya, serta psikologi untuk mendampingi masyarakat. "Bagaimana (keseluruhan ilmu itu) bekerja untuk tidak membanding-bandingkan, sehingga layak ditempatkan untuk pelayanan publik."

Melalui keberadaan Chaplain, Rere optimistis para pendamping ini dapat membantu memulihkan trauma, memberikan kehadiran yang bermakna, serta membantu masyarakat menemukan hikmah dari setiap persoalan berat yang dihadapi.
(FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.