Tokyo – hari pertama setelah mendarat dari bandara Haneda Tokyo dengan suhu paling dingin selama 10 tahun terakhir (-3°) kami diajak untuk mengenal budaya Jepang yaitu pembuatan kertas tradisional Washi di Museum Ozu Jepang (25/1/2023).
Dalam video pembuatan kertas washi yang ditampilkan oleh pemandu diterangkan bahwa Washi merupakan kertas khas Jepang yang dibuat secara tradisional dari campuran serat-serat kayu seperti Kozo, Gumpi, mitsumasa dan asa. pembuatannya memerlukan kesabaran dan keuletan luar biasa dan prosesnya yang berulang ulang untuk menghasilkan kertas yang sangat bagus, dari 100 Kilogram kayu yang dikumpuklan hanya dapat menghasilkan 4 Kilogram kertas Washi.
Para Peserta JENESYS diberikan kesempatan untuk membuat pembatas buku dari kertas washi dan membandingkan kekuatannya dengan kertas kanvas biasa. hasilnya tentu lebih unggul kertas Washi. Kertas Tradisional yang sudah terdaftar sebagai warisan dunia UNESCO ini sangat kuat dan fleksibel sehingga penggunaanya bisa beragam mulai dari kertas pintu atau jendela rumah tradisonal, kaligrafi, lukisan, bahkan dapat dijadikan sebagai baju musim panas.
.jpeg)
Museum tersebut juga menampilkan beberapa peninggalan dokumen seperti buku-buku dan kaligrafi dari abad ke 17 dan 18. terbukti buku-buku dan kertas yang ditampilkan dengan bahan washi tersebut masih bagus dan tidak ada kerusakan.

setelah melihat video pembuatan dan pameran washi, peserta juga dapat membeli oleh-oleh berbahan dasar washi seperti lukisan, buku tulis, pajangan dinding, pembatas buku yang sangat menarik dan cantik dengan harga yang relatif murah dan kualitas yang sangat bagus.
Jepang sangat kental dengan keragaman budayanya, anak cucunya pun sangat bangga dengan budaya mereka, terbukti sampai saat ini penggunaan dan pembuatan kertas washi masih dilestarikan.
Andi Dewi Mahardika.