Foto: Dok. Media Istiqlal

8 Wasiat Rasulullah Saat Haji Wada: Penutup yang Penuh Hikmah Dalam Perjalanan Rasulullah

Admin 05 May 2025 Warta Istiqlal

Jakarta, www.istiqlal.or.id – Haji wada’ merupakan sebuah peristiwa yang sangat bersejarah bagi umat Islam. Haji wada’ ini dilakukan pada setiap bulan Dzulhijjah 10 Hijriah.

Arti dari kata Wada berarti perpisahan. Dinamakan dengan haji wada karena haji ini merupakan haji perpisahan dengan Rasulullah karena itu merupakan pertanda bahwa usia Rasulullah tidak akan lama lagi. Haji ini merupakan haji pertama dan terakhir yang dilakukan oleh Rasulullah SAW setelah diutus menjadi Nabi. Saat itu pun, Rasulullah menyampaikan khutbah yang terakhir kalinya.

Pada khutbah terakhir Rasulullah, Rasulullah menyampaikan tentang ajaran-ajaran Allah kepada umatnya. Dan pada saat itu pula, Allah menurunkan surah Al-Maidah ayat 3 yang berbunyi :

اليَومَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا

Artinya : “…Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu…” (QS. Al-Maidah [5]: 3).

Dalam khutbah terakhirnya, Rasulullah pun juga meninggalkan wasiat untuk umat-Nya dalam isi khutbahnya, di mana wasiat tersebut sangat penting dan bermanfaat bagi para umat-Nya umat Islam dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, khususnya pada era sekarang. Di antara wasiatnya yaitu :

Pertama, menjaga harta, jiwa dan kehormatan sesama muslim. Rasulullah mengatakan bahwa sebagai umat muslim, kita harus menjaga kehormatan antar sesama. Karena sesungguhnya darah (jiwa), harta benda dan kehormatan kita adalah suci dan haram untuk diganggu.

Kedua, menjaga persaudaraan antar sesama muslim. Di sini Rasulullah menegaskan untuk saling menjaga dan menyayangi satu sama lain. Kita dianjurkan untuk selalu menjaga persaudaraan antar sesama muslim dan tidak untuk menyakiti satu sama lain.

Ketiga, mengenai riba dan ekonomi. Rasulullah juga menegaskan bahwa sebagai umat muslim kita harus menghapus sistem riba karena sesungguhnya riba merupakan sesuatu yang haram dan Rasulullah juga mengatakan agar tidak melakukan kecurangan dan tidak zalim dalam perekonomian atau melakukan transaksi.

Keempat, melakukan kewajiban ibadah. Rasulullah mengatakan bahwa selaku umat muslim agar selalu melakukan kewajibannya dalam berubah kepada Allah. Salah satu yang terpenting adalah shalat lima waktu, lalu dilanjut dengan puasa, berzakat dan pergi ke Baitullah bila mampu.

Kelima, mengataskan kesetaraan sesama manusia. Di sini Rasulullah menegaskan untuk selalu berlaku adil kepada umat manusia, tanpa adanya diskriminasi dan tanpa memandang perbedaan yang ada.

Keenam, mengenai hak-hak perempuan. Bahwasanya Rasulullah tidak menyukai adanya ketidaksetaraan gender. Rasulullah menekankan bahwa umat muslim harus menghormati hak-hak perempuan dan memperlakukan perempuan dengan baik.

Ketujuh, selalu berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan Sunnah. Rasulullah menegaskan selalu umat muslim agar selalu tetap berpegang pada ajaran Islam, menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman dan tameng terutama di zaman atau era sekarang ini.

Kedelapan, penyampaian risalah Islam. Di akhir khutbah, Rasulullah mengatakan untuk menyampaikan pesan dan wasiat yang telah Dia katakan kepada umat Islam yang tidak dapat hadir.

Dari wasiat-wasiat yang Rasul berikan di atas, maka diharapkan kepada semua umat muslim agar selalu mengikuti dan menjadikan pedoman dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari. (Shabrina/Humas dan Media Masjid Istiqlal  )

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.