Jakarta, www.istiqlal.or.id - Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma'ruf Amin melaksanakan ibadah shalat isya dan tarawih bersama para jamaah di Masjid Istiqlal, Jumat, (14/4/2023).
Kunjungannya di Masjid Istiqlal tersebut disambut hangat oleh seluruh jamaah yang juga khusyuk mendengarkan tausiah Ramadhan 1444 hijriah malam ke-24, dengan bahasan "Keistimewaan Malam Lailatul Qadar"
Di atas mimbar, KH Ma'ruf Amin menyampaikan bahwasanya terdapat tiga keistimewaan malam lailatul qadar. Diantaranya sebagai berikut,
Pertama, malam lailatul qadar adalah momentum diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk umum (hudan lin nas) dan petunjuk bagi orang-orang bertakwa (hudan lil muttaqin). Allah subhanahu wata'ala berfirman dalam Al-Qur'an surat al-Baqarah [2]: 185,
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِ
Artinya: ”Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)” (Q.S. al-Baqarah [2]: 185)
Adapun penjelasan mengenai Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi orang-orang bertakwa, Allah subhanahu wata'ala berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 2,
ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ
Artinya: Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (QS. Al-Baqarah ayat 2)
“Al-Qur’an itu adalah hudan lil muttaqin, yaitu petunjuk bagi orang muttaqin, dalam arti yang memperoleh pertolongan Allah subhanahu wata'ala, yaitu, orang yang mengambil manfaat dan mempedomani Al-Qur’an adalah orang-orang yang bertakwa. Orang bertakwalah yang bisa menggunakan Al-Qur’an yang berada di jalan Al-Qur’an,” papar KH Ma'ruf Amin.


Keistimewaan malam lailatul qadar berikutnya ialah bahwasanya malam ini merupakan malam yang lebih baik dari seribu bulan.“Ibadah di malam lailatul qadar ini lebih baik dari 1.000 bulan. Itulah [mengapa] dimana-mana kita mencari pahala yang besarnya sama dengan 83 tahun 4 bulan,” tuturnya.
“Oleh karena itu, malam lailatul qadar merupakan malam yang tidak ada di malam-malam yang lain dan itu yang diberikan oleh Allah subhanahu wata'ala kepada kita,” lanjut KH Ma'ruf Amin.
Pada keistimewaan yang ketiga, Wapres RI juga menyampaikan bahwasanya pada malam lailatul qadar, malaikat-malaikat turun ke bumi untuk memintakan ampunan bagi kita semua.

KH ma'ruf Amin juga mengemukakan, bahwa pada malam mulia tersebut, malaikat turun ke bumi karena ingin melihat dan mendengar dua hal yang tidak ada di langit, yaitu orang-orang kaya yang bersedekah kepada orang miskin dan orang-orang yang meratapi dosa, terutama selama bulan suci Ramadan dan malam lailatul qadar.
“Orang yang menangis karena dosa-dosanya itu lebih disukai oleh Allah subhanahu wata’ala dibandingkan orang yang bertasbih,” pesan KH Ma'ruf Amin.
Guna meraih malam lailatul qadar, KH Ma'ruf Amin juga mengingatkan bacaan yang perlu dilafazkan pada malam lailatul qadar sebagaimana anjuran Rasulullah SAW,
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
Allāhumma innaka ‘afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fuannī
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan suka mengampuni. Karena itu, ampunilah aku."
“Allāhumma innaka ‘afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fuannī. Baca itu, memohon ampun kepada Allah subhanahu wa ta’ala,” ajak KH Ma'ruf Amin,
Menutup tausiahnya, Wapres menyampaikan, malam lailatul qadar itu hingga terbitnya fajar. Ia pun berharap, para jemaah di Masjid Istiqlal termasuk ke dalam hamba-Nya yang diberikan Allah subhanahu wata'ala malam lailatul qadar pada asrul awakhir atau sepuluh hari terakhir bulan Ramadan ini.

“Semoga Allah subhanahu wata’ala menjadikan kita orang-orang yang mendapatkan lailatul qadar pada tahun ini, pada Ramadan ini. Dan, itu berarti kita mendapatkan pahala yang besar, yang lebih banyak, lebih baik daripada 1.000 bulan,” pungkasnya.


Turut hadir dalam pelaksanaan shalat isya dan tarawih Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA, dan bertindak sebagai imam pada salat Tarawih adalah Rofi’uddin Mahfudz dan Moh. Salim Ghazali. Sementara yang bertugas sebagai bilal adalah Ahmad Achwani dan Muh. Syawal Mubarak. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.