Foto: Dok. Media Istiqlal

Rahasia Doa Rasulullah agar Hidup Tak Pernah Lepas dari Pertolongan Allah

Admin 13 Aug 2025 Warta Istiqlal

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Dalam perjalanan hidup, manusia sering dihadapkan pada berbagai persoalan yang membutuhkan bimbingan dan pertolongan. Sebagai makhluk yang lemah, kita tidak pernah mampu berdiri sendiri tanpa bantuan Allah.

KH Abdullah Gymnastiar dalam kajian tauhid yang dilangsungkan di Istiqlal menyebutkan hadist yang diriwayatkan Ibnu As Sunni,

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ 

“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dari-Mu selamanya” (HR. Ibnu As Sunni)

Doa ini mengajarkan beberapa nilai penting:

1. Pengakuan akan sifat Allah yang Maha Sempurna

Kata Al-Hayy (Yang Maha Hidup) menegaskan bahwa Allah adalah Dzat yang hidup kekal, tidak pernah mati, dan tidak bergantung pada makhluk. Sementara Al-Qayyum berarti Allah berdiri sendiri dan mengatur seluruh makhluk-Nya tanpa membutuhkan bantuan siapa pun.

2. Permohonan Rahmat dan Pertolongan

Ungkapan bi rahmatika astaghītsu menunjukkan bahwa seorang hamba memohon pertolongan kepada Allah bukan karena kekuatannya sendiri, melainkan murni karena rahmat-Nya yang luas.

3. Permintaan agar seluruh urusan diperbaiki

Wa aslih lī sha’nī kullahu adalah permohonan agar Allah memperbaiki segala aspek kehidupan kita, baik urusan dunia maupun akhirat.

4. Ketidakmampuan manusia tanpa pertolongan Allah

Bagian terakhir doa, wa lā takilnī ilā nafsī ṭarfata ‘ayn, adalah pengakuan bahwa kita tidak sanggup mengurus diri sendiri walau hanya sekejap mata, jika Allah tidak menolong.

Berharap selain daripada Allah membuat kita menderita. Berharap dipuji, dihargai, diberi oleh orang. Hidup seperti itu melelahkan. 

Doa ini sangat relevan dibaca dalam berbagai situasi: ketika menghadapi masalah besar, saat mengambil keputusan penting, maupun di momen-momen tenang untuk menjaga hati tetap bergantung kepada Allah. 

Dengan doa ini, seorang Muslim diingatkan untuk selalu merendahkan diri di hadapan Allah, menjauhkan sifat sombong, dan tidak merasa mampu mengatur hidup tanpa bimbingan-Nya. Dengan mengamalkan doa ini, seorang hamba meneguhkan tauhid, memperkuat rasa tawakal, dan senantiasa mengharap rahmat Allah dalam setiap langkah. (Nadien/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.