Bogor, www.istiqlal.or.id - Sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-81, dan mengenang karya sejarah dari pemenang maket Istiqlal tahun 1954, Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) melakukan perjalanan napak tilas ke makam dan kediaman Arsitek Masjid Istiqlal Friedrich Silaban, di Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/8/2026).
Perjalanan ini dipimpin oleh Ketua Panitia HUT RI ke-81 yang juga Kabid Sosial dan Pemberdayaan Umat Abu Hurairah Abd. Salam. "Bagi kami beliau sebagai senior kami di Masjid Istiqlal, beliau berjasa dalam membangun dan mengadakan masjid ini, sementara kami melanjutkan dan mengisi kegiatan yang ada di Masjid Istiqlal," ujarnya dalam keterangannya.
"Napak tilas kebangsaan ini merupakan program yang sengaja diagendakan di bulan Agustus beriringan dengan rangkaian HUT RI lainnya di Masjid Istiqlal," lanjut KH Abu.
KH Abu juga menyampaikan, bahwa sebetulnya tugas Pak Silaban sudah selesai—dalam hal menciptakan Masjid Istiqlal. Napak tilas ini kemudian menjadi pengingat akan peran BPMI yang masih harus meneruskan cita-cita para pendahulu bangsa dalam hal menjadikan masjid ini penuh kebermanfaatan bagi masyarakat luas.
"Sekarang tugas kami generasi saat ini ialah membuat masjid ini terus bermanfaat sampai hari akhir nanti sebagaimana pesan Presiden Soekarno bahwa Istiqlal bisa berdiri 1000 tahun," pungkasnya.
Sementara itu, putra Friedrich Silaban, Panogu Silaban, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan perhatian BPMI kepada Ayahanda. "Kami terharu, ternyata setelah kepulangannya, namanya senantiasa harum dan dikenang hingga saat ini."
Panogu juga membagikan pesan motovasi sebagaimana yang sempat disampaikan Friedrich Silaban semasa hidupnya, bahwa karya bukan semata karena uang, melainkan memang manusia harus terus berkarya.
Selain bersilaturahmi bersama anak-anak sang pemenang sayembara maket Istiqlal, BPMI juga berkesempatan melihat langsung meja kerja Friedrich Silaban yang penuh hasil karya bersejarah, mulai dari dokumentasi maket Bank Indonesia tahun 1953, Istiqlal tahun 1954, hingga Tugu Nasional tahun 1955. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Muh. Asdar
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.