Jakarta, www.istiqlal.or.id — Sebanyak 168 mahasiswa jenjang pascasarjana S2 dan doktoral S3 Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKU-MI), melangsungkan wisuda dan pengukuhan ketiga di Lantai Utama Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Dikukuhkan langsung oleh Menteri Agama RI sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, Wakil Presiden RI Periode 2019–2024 KH Ma’ruf Amin, serta Direktur Program PKU-MI KH Ahmad Thib Raya, wisudawan wisudawati yang dikukuhkan di antaranya S3 PKU/PKUP sejumlah 33 orang, S2 PKUP 46 orang, dan S2 PKU 89 orang. Untuk mahasiswa yang meraih predikat cum laude terdapat 152 orang, sedangkan predikat sangat memuaskan berjumlah 16 orang.
Dalam wisuda dan pengukuhan ini, para wisudawan mendapat banyak amanat dan pesan baik untuk langkah mereka ke depannya. Seperti KH Nasaruddin yang menyampaikan pesan tentang pentingnya menjadi “Ulama Global”—ulama yang tidak hanya menguasai literatur klasik (kitab kuning/turas), tetapi juga mampu memahami sains, bahasa dunia, serta dinamika kontemporer (kitab putih).
“Diharapkan para wisudawan wisudawati dapat menjadi ulama global yang mampu membaca kitab kuning, kitab turas, dan kitab putih, tetapi juga menjadi produsen ilmu pengetahuan, yang menjadikan sumber referensi bacaan sebagai alat menciptakan produk keilmuan baru. Sehingga bukan hanya (sekadar) menjadi konsumen ilmu pengetahuan atau pembaca baik mengenai kitab di Timur Tengah atau Negara Barat,” ujar KH Nasaruddin dalam amanatnya.
Adapun KH Ma’ruf Amin menegaskan kaidah bahwa ulama adalah pewaris para nabi (al-ulama’u waratsatul anbiya’). Oleh karena itu, tugas utama seorang ulama adalah melanjutkan warisan tugas nabi dengan melaksanakan Mitsaq Rabbani (komitmen dengan Allah SWT) untuk mengajak manusia ke jalan Allah (ad-da’wah ila manhajillah).
Beliau menekankan bahwa pelaksanaan Mitsaq Rabbani ini tidak boleh meniadakan atau dipertentangkan dengan Mitsaq Watani (kesepakatan berbangsa dan bernegara) maupun Mitsaq Insani (kesepakatan sesama manusia).
“Antara Mitsaq Rabbani dan Mitsaq Watani tidak saling menafikan (la munafata bainahuma). Ajaran Islam adalah rahmatan lil ’alamin yang tentu juga rahmatan lil-Indonesiyyin. Begitu pula Pancasila dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa, tidak mencederai Mitsaq Rabbani,” ujar KH Ma’ruf Amin.
Kegiatan yang berlangsung sakral, khidmat, dan penuh rasa syukur itu dilengkapi dengan pembacaan ikrar Kader Ulama Istiqlal yang dipimpin oleh mahasiswa terbaik. Diketahui mahasiswa PKU-MI jenjang S2 dan S3 ini juga melakukan yudisium dan gladi pada Selasa (22/9).
Dengan berakhirnya masa pendidikan, KH Thib berharap agar para wisudawan wisudawati dapat menjadi ulama yang moderat dan mendunia. Sebagaimana komitmen yang diikrarkan para alumni untuk memegang teguh ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama'ah, menjaga keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta menjadi teladan dalam menyebarkan pemahaman Islam yang moderat di tingkat nasional maupun internasional. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Muh. Asdar
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.