Kisah Nabi Adam AS dan Hawa yang diturunkan dari surga ke bumi dalam Surah Al-Baqarah ayat 36 menyimpan pelajaran yang relevan dengan kehidupan manusia. Kisah ini tidak hanya berbicara tentang peristiwa masa lalu, tetapi juga mengajak manusia untuk memahami godaan, tanggung jawab, dan berbagai ujian yang dihadapi selama menjalani kehidupan.
Dalam kajian Istighosah Malam Jumat di Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, mengajak jamaah untuk melihat bagaimana hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dapat memengaruhi hubungan manusia dengan Allah SWT. Godaan tidak selalu hadir dalam bentuk yang disadari, tetapi bisa muncul melalui kebiasaan, keinginan, dan kesibukan yang perlahan membuat seseorang melupakan kewajibannya.
1. Mengenali Hal-Hal yang Menjauhkan Diri dari Allah
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia kerap berhadapan dengan berbagai hal yang dapat membuatnya lalai. Teknologi, harta, pekerjaan, hingga lingkungan pergaulan pada dasarnya merupakan bagian dari kehidupan. Namun, semuanya dapat menjadi persoalan ketika membuat seseorang mengabaikan kewajibannya kepada Allah SWT.
Ponsel dan media sosial, misalnya, dapat menyita waktu hingga seseorang melupakan salat atau kurang memperhatikan keluarga. Begitu pula dengan kesibukan mengejar harta dan pekerjaan yang terkadang membuat seseorang terlalu berfokus pada urusan duniawi.
Pengaruh serupa juga dapat datang dari lingkungan terdekat. Teman atau orang-orang di sekitar kita bisa membawa pengaruh baik, tetapi juga dapat mendorong seseorang menjauh dari kebaikan.
Karena itu, penting bagi setiap orang untuk mengevaluasi kebiasaan dan lingkungan yang dimilikinya. Bukan berarti harus menjauhi teknologi, harta, atau pergaulan, melainkan memastikan bahwa semua itu tidak menghalangi pelaksanaan kewajiban dan hubungan dengan Allah SWT.
2. Setiap Manusia Bertanggung Jawab atas Perbuatannya
Kisah Nabi Adam AS dan Hawa juga mengingatkan manusia tentang tanggung jawab atas perbuatannya sendiri. Dalam ajaran Islam, seseorang tidak seharusnya menanggung kesalahan yang dilakukan oleh orang lain.
Prinsip ini penting ketika melihat seseorang berdasarkan latar belakang keluarganya. Anak yang lahir dari keadaan tertentu tidak semestinya menerima perlakuan buruk hanya karena keadaan orang tuanya. Setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh dan menjalani kehidupannya sendiri tanpa dibebani kesalahan yang bukan perbuatannya.
Sikap menghakimi seseorang berdasarkan asal-usulnya dapat menimbulkan ketidakadilan. Padahal, dalam kehidupan bermasyarakat, seseorang perlu dinilai berdasarkan sikap dan perbuatannya, bukan semata-mata dari latar belakang yang melekat padanya.
Pemahaman ini mengajak kita untuk lebih berhati-hati dalam memberikan penilaian. Setiap manusia memiliki tanggung jawab atas tindakannya masing-masing, sehingga tidak sepatutnya seseorang dipersalahkan atas sesuatu yang tidak dilakukannya.
3. Memahami Ujian sebagai Bagian dari Kehidupan
Kehidupan di dunia tidak terlepas dari berbagai ujian. Ada kalanya manusia menghadapi kesulitan, godaan, atau keadaan yang menuntutnya untuk menentukan pilihan. Semua itu menjadi bagian dari perjalanan manusia dalam belajar dan menjalankan tanggung jawabnya.
Ketika menghadapi kesulitan, seseorang diuji untuk tetap bersabar dan berusaha. Ketika mendapatkan nikmat, ia dituntut untuk bersyukur dan tidak terlena. Sementara itu, ketika berhadapan dengan godaan, ia perlu mempertimbangkan apakah pilihannya sejalan dengan nilai-nilai agama yang diyakininya.
Keimanan tidak hanya tercermin dari pengakuan, tetapi juga dari cara seseorang menjalani kehidupan. Sikap ketika menghadapi masalah, memperlakukan orang lain, dan menggunakan nikmat yang dimiliki menjadi bagian dari bagaimana nilai-nilai keimanan diwujudkan dalam tindakan.
Sebagai manusia yang mengemban amanah sebagai khalifah fil ardh, setiap orang memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengelola kehidupan dengan baik. Karena itu, ujian tidak semestinya hanya dipandang sebagai beban, tetapi juga dapat menjadi kesempatan untuk belajar, memperbaiki diri, dan menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab.
4. Memperluas Pandangan melalui Pengalaman
Pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang beragam dapat membantu seseorang memahami kehidupan secara lebih luas. Ketika bertemu dengan orang-orang yang memiliki latar belakang, kebiasaan, dan cara pandang berbeda, seseorang memperoleh kesempatan untuk belajar melihat sesuatu dari sudut pandang yang tidak selalu sama dengan dirinya.
Pengalaman tersebut dapat menumbuhkan empati dan sikap saling menghargai. Seseorang tidak mudah menghakimi orang lain hanya karena perbedaan, sebab ia memahami bahwa setiap orang memiliki keadaan dan pengalaman hidup masing-masing.
Sebaliknya, keterbatasan pengalaman dapat membuat seseorang terjebak dalam penilaian yang sempit. Ia mungkin merasa bahwa cara pandangnya adalah satu-satunya yang benar tanpa berusaha memahami keadaan orang lain.
Memperluas wawasan bukan berarti harus meninggalkan prinsip yang diyakini. Justru, dengan pengetahuan dan pengalaman yang lebih luas, seseorang dapat belajar menyikapi perbedaan secara bijaksana serta membangun hubungan yang lebih baik dengan sesama.
Melalui kajian Istighosah Malam Jumat di Masjid Istiqlal, pembahasan Surah Al-Baqarah ayat 36 menjadi pengingat bahwa manusia perlu mengenali berbagai hal yang dapat membuatnya lalai dari Allah SWT. Godaan dapat hadir melalui kebiasaan sehari-hari, kesibukan mengejar kepentingan duniawi, maupun pengaruh lingkungan sekitar.
Di tengah berbagai ujian tersebut, manusia perlu terus memperbaiki diri, menjaga kewajiban agama, dan bertanggung jawab atas setiap perbuatannya. Pada saat yang sama, pengalaman hidup juga perlu dimanfaatkan untuk memperluas wawasan, menumbuhkan empati, serta belajar menghargai orang lain.
Dengan demikian, kehidupan bukan hanya tentang menghadapi berbagai ujian, tetapi juga tentang bagaimana manusia mengambil pelajaran darinya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan menjalankan amanahnya dengan penuh tanggung jawab.
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.