Jakarta, www.istiqlal.or.id - Berlandaskan ketetapan pemerintah Republik Indonesia melalui Sidang Isbat yang dilaksanakan Kementerian Agama (Kemenag RI), Masjid Istiqlal melaksanakan Shalat Idulfitri 1 Syawal 1444 Hijriah tingkat kenegaraan, pada Sabtu, 22 April 2023.
"Untuk pelaksaan shalat Idulfitri, kami memulai Shalat Id sekitar jam tujuh pagi," ujar Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., saat konferensi pers bersama media, di ruang Al-Malik VIP Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (21/4/2023).
KH. Nasaruddin Umar juga mengatakan, khatib yang bertugas saat pelaksanaan shalat Idulfitri 1444 Hijriah adalah Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D. selaku Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta yang membahas tema "Idul Fitri Momentum Menebar Maaf Untuk Kerukunan Umat".
"Adapun imam yang bertugas besok ialah H. Ahmad Muzakkir Abdurrahman, Lc, MA sebagai imam rawatib Masjid Istiqlal," tambahnya.
Diketahui juga Imam Badal yang bertugas ialah H. Martomo Malaing, SQ, MA. Adapun Bilal I yaitu H. Saiful Anwar, S.Pd.I dan Bilal II sebagai Badal ialah H. Ahmad Achwani, S.Ag.

Pelaksanaan shalat id secara kenegaraan di Masjid Istiqlal dilangsungkan secara terbuka luas dan dapat diikuti oleh masyarakat umum.
Guna menjaga kenyamanan selama melangsungkan ibadah di Masjid Istiqlal, KH. Nasaruddin Umar juga mengimbau para jamaah agar memenuhi protokol kesehatan. "Saya mengimbau kepada seluruh jamaah Masjid Istiqlal, para pencinta supaya protokol kesehatan tetap diperhatikan minimum menggunakan masker, karena masker bisa mencegah penularan penyakit."
Adapun hal lain terkait panduan tata tertib yang bisa para jamaah ikuti, di antaranya sebagai berikut.
1. Datang lebih awal, pelaksanaan Shalat Idulfitri 1444 H dimulai pukul 07.00 WIB;
2. Menjaga barang bawaan dimanapun dan kapanpun;
3. Memakai pakaian yang menutup aurat dan sopan;
4. Membawa alat dan alas shalat pribadi;
5. Membawa kantong plastik sendal/ sepatu pribadi; dan
6. Membawa barang keperluan secukupnya; dan
7. Menjaga ketertiban, kebersihan, keamanan dan kenyamanan ibadah.
"Memelihara ketertiban, budaya antre sangat diperlukan. (Misalnya) ketika parkir, menyimpan sandal, mengambil air wudhu, masuk ke dalam masjid, saya harap kesabarannya agar kita memperlihatkan suasana ketertiban untuk mempermudah para jamaah," jelas KH. Nasaruddin Umar.
Adapun gerbang dan pintu masuk yang dapat diakses jamaah ketika beribadah di Masjid Istiqlal yaitu:
1. Gerbang 2 Al-Ghaffar (seberang Pertamina) untuk pejalan kaki.
2. Gerbang 3 Al-Aziz (seberang Kemenag/SMPN 04 Jakarta) untuk pejalan kaki dan parkir mobil/motor di Basement Masjid Istiqlal.
3. Gerbang 5 Al-Fattah (seberang Gereja Katedral) untuk pejalan kaki.
4. Gerbang 6 Al-Mukmin (seberang tugu Adipura) untuk pejalan kaki.
Adapun terkait pintu masuk Masjid Istiqlal di antaranya pintu Al-Ghaffar, Al-Fattah, As-Salam, dan Al-Qudus. (DWWA/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.