Foto: Dok. Media Istiqlal

Kunjungan Syaikh Yusuf Muhammad Idris Al-Hasani di Istiqlal

Admin 13 Feb 2023 Warta Istiqlal

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Pimpinan Umum Yayasan Al-Azhar Lebanon dan Imam Masjid Taqwa Beirut Syaikh Yusuf Muhammad Idris Al-Hasani Al-Husaini berkunjung ke Masjid Istiqlal untuk bersilaturahmi dan melangsungkan shalat zuhur di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (13/2/2023).

"Saya datang dari Lebanon ke Indonesia yang merupakan kampungnya para imam, seperti imam An-Nawawi dan ulama besar lainnya. Saya bersyukur dan bahagia bisa hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia," ujar Syaikh Yusuf Muhammad Idris yang diterjemahkan oleh Wakabid Penyelenggara Peribadatan H. Abu Hurairah Abd. Salam, Lc, MA, di Lantai Utama Masjid Istiqlal, Jakarta.

Dalam sambutannya setelah pelaksanaan shalat zuhur di Lantai Utama Masjid Istiqlal, Syaikh Yusuf Muhammad Idris berpesan agar kita senantiasa memelihara ketakwaan kepada Allah subhanahu wata'ala, seperti yang termaktub dalam firman-Nya pada Al-Qur'an surat An-Naba ayat 31,

إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan," (QS. An-Naba Ayat 31)

Kemudian Imam Masjid Taqwa Beirut tersebut juga menyampaikan, bahwasanya penciptaan kita di bumi bukanlah suatu kehendak-Nya yang sia-sia, melainkan untuk menjadi hamba-Nya yang bertakwa, dan senantiasa menghindari diri dari hawa nafsu yang menghalangi ketakwaan kepada Allah subhanahu wata'ala.

"Allah subhanahu wata'ala tidak menciptakan kita secara sia-sia dalam kehidupan dunia ini, dan Dia juga melarang kita untuk mengikuti sesuatu yang tidak disyariatkan dalam Islam," ungkap Syaikh Yusuf Muhammad Idris.

Namun jika kita melakukan sesuatu di luar syariat Islam, Allah subhanahu wata'ala tetap membukakan pintu taubat kepada hamba-Nya. Hal tersebut sesuai dengan firman-Nya dalam Al-Qur'an surat An-Nuh ayat 10,

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًاۙ

Artinya: Maka aku berkata (kepada mereka), "Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun," (QS. An-Nuh ayat 10)

Sebelum akhirnya matahari terbit dari barat dan nyawa sudah berada di ujung kerongkongan, Syaikh Yusuf Muhammad Idris juga mengingatkan bahwasanya pintu taubat Allah subhanahu wata'ala senantiasa terbuka bagi hamba-hamba-Nya.

Di hadapan jamaah Masjid Istiqlal, Syaikh Yusuf Muhammad Idris juga menyampaikan tentang pemahaman taubat yang sangat sederhana, penyampaiannya bersumber dari Imam Ali ibn Abu Thalib yang berkata, bahwasanya taubat diringkas menjadi empat poin, di antaranya:

1. Ada perasaan takut kepada Allah subhanahu wata'ala;
2. Melaksanakan hal-hal yang sudah diperintahkan Allah subhanahu wata'ala melalui wahyu yang diturunkan Rasulullah SAW;
2. Merasa cukup dan ridha atas pemberian Allah subhanahu wata'ala; dan
4. Senantiasa mempersiapkan diri untuk menghadapi hari akhir.

Di akhir penyampaiannya, Syaikh Yusuf Muhammad Idris juga mengutarakan rasa syukur atas sambutan yang beliau terima selama di Indonesia, khususnya di Istiqlal.

"Beliau bersyukur sekali kepada bangsa Indonesia yang sangat baik melayani tamu, terutama dari Timur Tengah. Sangat bersyukur kepada Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA dan Kepala Bidang Penyelenggara Peribadatan KH Bukori Sail Attahiri, Lc, MA," tutup Syaikh Yusuf Muhammad Idris yang disampaikan oleh H. Abu Hurairah.

Selain menyampaikan pesan bermanfaat oleh para jamaah, Syaikh Yusuf Muhammad Idris bersama para delegasi juga berkesempatan beramah-tamah dengan KH Nasaruddin Umar di Ruang Al-Malik VIP Masjid Istiqlal.  

Saksikan selengkapnya di sini (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.