Jakarta, www.istiqlal.or.id - Isra’ wal Mi’raj adalah peristiwa luar biasa yang dialami Baginda Nabi SAW. peristiwa yang bisa dianggap di luar nalar. Allah SWT memastikan kejadian ini melalui firman-Nya: “Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami memperlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (QS. Al-Isra’/17: 1).
Para pakar berbeda pendapat bagaimana peristiwa itu terjadi, apakah peristiwa itu melibatkan fisik dan ruh sekaligus, atau hanya ruh saja. Yang pasti semua sepakat bahwa peristiwa itu benar-benar terjadi sebagaimana Firman Allah SWT di atas.
Ketika Rasulullah SAW menceritakan kejadian Isra’ Mi’raj, kaum muslimin pada saat itu terbelah, ada yang percaya dan yakin terhadap apa yang disampaikan Rasulullah SAW salah satunya yang utama adalah Abu Bakar mendapatkan gelar Ash-Shiddiq, ada yang ragu-ragu, ada pula yang menolak, sehingga mereka murtad.
Seolah-olah Allah SWT menguji keimanan kaum muslimin pada saat itu, dan membersihkan kaum muslimin dari golongan orang yang “munafik” ragu-ragu terhadap misi kenabian Rasulullah SAW.
Sampai pada masa sekarang pun dengan banyaknya bukti kemampuan manusia di bidang teknologi, mampu menembus wilayah yang jauh hanya dalam waktu singkat, tetap saja ada yang tidak bisa menerima peristiwa Isra’ wal Mi’raj. Semoga kita masuk di barisan Abu Bakar Ash-Shiddiq yang mempercayai dan meyakini berita Isra’ wal Mi’raj tanpa “reserve”.
Salah satu peristiwa yang terjadi selama Isra’ wal Mi’raj nya Rasulullah SAW adalah bertemunya beliau dengan para Nabi ‘Alaihimussalam.
Pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan para Nabi dan Rasul lainnya dalam peristiwa Isra' dan Mi'raj merupakan salah satu aspek yang sangat penting dan penuh makna. Dalam peristiwa tersebut, Rasulullah SAW tidak hanya melakukan perjalanan fisik dan spiritual yang luar biasa, tetapi juga bertemu dengan nabi-nabi sebelumnya yang menunjukkan kedudukan tinggi Nabi Muhammad SAW sebagai penutup para nabi. Pertemuan ini memberikan pengajaran dan kedalaman spiritual bagi umat Islam.
Perjalanan Mi'raj: Bertemu dengan Para Nabi
Perjalanan Mi'raj dimulai setelah Rasulullah SAW tiba di Masjidil Aqsa setelah perjalanan Isra'. Setelah itu, beliau naik ke langit dan bertemu dengan para nabi di setiap langit yang berbeda. Hadits-hadits yang sahih, baik dari Shahih Bukhari, Shahih Muslim dan Musnad Ahmad, menggambarkan pertemuan-pertemuan ini secara rinci.
Berikut adalah urutan pertemuan Rasulullah SAW dengan para nabi pada setiap langit dalam perjalanan Mi'raj:
1. Langit Pertama - Bertemu dengan Nabi Adam AS
Pada langit pertama, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Adam AS. Nabi Adam AS adalah nabi pertama dan bapak umat manusia. Beliau menyambut Rasulullah SAW dengan penuh kasih sayang dan memberikan salam kepadanya. Di sini, Adam AS berada dalam keadaan melihat penghuni surga di sebelah kanan dan penghuni neraka di sebelah kiri. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa Nabi Adam AS memberikan salam dan mendoakan kebaikan untuk beliau.
Hadits dari Anas bin Malik (HR. Bukhari dan Muslim) menjelaskan:
"Ketika saya sampai di langit pertama, saya melihat Nabi Adam AS, dan beliau menyambut saya. Beliau berada di antara penghuni surga di sebelah kanan dan penghuni neraka di sebelah kiri." (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Langit Kedua - Bertemu dengan Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS
Pada langit kedua, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS (John the Baptist). Kedua nabi ini adalah sepupu, karena mereka memiliki ibu yang saudara, yaitu Siti Maryam dan Siti Elisabet. Mereka juga menyambut Rasulullah SAW dengan penuh rasa hormat dan memberikan salam kepadanya.
Hadits dari Abu Hurairah (HR. Bukhari dan Muslim) menyebutkan:
"Kemudian saya naik ke langit kedua dan bertemu dengan Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS. Mereka berdua menyambut saya dengan salam." (HR. Bukhari)
3. Langit Ketiga - Bertemu dengan Nabi Yusuf AS
Pada langit ketiga, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Yusuf AS. Nabi Yusuf AS adalah nabi yang terkenal dengan kisahnya yang penuh ujian dan kesabaran, terutama terkait dengan pengkhianatan saudara-saudaranya dan ujian dalam rumah potiphar. Nabi Yusuf AS juga menyambut Rasulullah SAW dan memberikan salam kepadanya.
Hadits dari Abu Hurairah (HR. Bukhari) menyebutkan:
"Kemudian saya naik ke langit ketiga dan bertemu dengan Nabi Yusuf AS yang sangat tampan. Beliau menyambut saya dengan salam." (HR. Bukhari)
4. Langit Keempat - Bertemu dengan Nabi Idris AS
Pada langit keempat, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Idris AS. Nabi Idris AS adalah seorang nabi yang dikenal sebagai orang yang pertama kali menulis dengan pena dan memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah. Beliau juga menyambut Rasulullah SAW dengan salam.
Hadits dari Abu Hurairah (HR. Bukhari) menyebutkan:
"Kemudian saya naik ke langit keempat dan bertemu dengan Nabi Idris AS. Beliau menyambut saya dengan salam." (HR. Bukhari)
5. Langit Kelima - Bertemu dengan Nabi Harun AS
Pada langit kelima, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Harun AS, saudara Nabi Musa AS. Nabi Harun AS terkenal karena menjadi pembantu dan pengikut setia Nabi Musa AS. Beliau juga menyambut Rasulullah SAW dan memberikan salam kepadanya.
Hadits dari Abu Hurairah (HR. Bukhari) menyebutkan:
"Kemudian saya naik ke langit kelima dan bertemu dengan Nabi Harun AS. Beliau menyambut saya dengan salam." (HR. Bukhari)
6. Langit Keenam - Bertemu dengan Nabi Musa AS
Pada langit keenam, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Musa AS. Nabi Musa AS adalah salah satu nabi besar yang diutus kepada Bani Israil. Nabi Musa AS adalah sosok yang dikenal dengan perjuangannya melawan Fir'aun dan membimbing umatnya. Nabi Musa AS memberikan salam kepada Rasulullah SAW dan menyarankan agar beliau terus berdoa untuk umatnya, agar Allah SWT mengurangi jumlah shalat yang diwajibkan.
Hadits dari Abu Hurairah (HR. Bukhari) menyebutkan:
"Kemudian saya naik ke langit keenam dan bertemu dengan Nabi Musa AS. Beliau menyambut saya dengan salam." (HR. Bukhari)
7. Langit Ketujuh - Bertemu dengan Nabi Ibrahim AS
Pada langit ketujuh, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Ibrahim AS, bapak para nabi dan pendiri Ka'bah di Makkah. Nabi Ibrahim AS adalah contoh ketabahan dan keimanan yang luar biasa. Beliau juga menyambut Rasulullah SAW dengan salam dan mendoakan kebaikan untuknya.
Hadits dari Abu Hurairah (HR. Bukhari) menyebutkan:
"Kemudian saya naik ke langit ketujuh dan bertemu dengan Nabi Ibrahim AS. Beliau menyambut saya dengan salam." (HR. Bukhari)
8. Mencapai Sidrat al-Muntaha: Bertemu dengan Allah SWT
Setelah melewati tujuh langit dan bertemu dengan para nabi, Rasulullah SAW akhirnya mencapai tempat yang sangat tinggi, yang disebut Sidrat al-Muntaha. Di sini, beliau bertemu langsung dengan Allah SWT. Pada titik inilah, Allah SWT memberikan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW, termasuk perintah untuk melaksanakan shalat lima waktu.
Hadits dari Aisyah RA (HR. Bukhari) menjelaskan:
"Kemudian Rasulullah SAW dibawa lebih tinggi lagi hingga beliau berada di Sidrat al-Muntaha. Di sana, beliau menerima wahyu langsung dari Allah." (HR. Bukhari)