Foto: Dok. Media Istiqlal

Keagungan Basmalah sebagai Pembuka Rahmat Allah SWT

Muhammad Rizki Putra Ramadhan 20 Oct 2026

Dalam ajaran Islam, membaca Bismillahirrahmanirrahim atau basmalah merupakan bentuk mengingat Allah SWT sebelum memulai suatu aktivitas. Kalimat ini mengandung pengakuan bahwa setiap usaha dan kebaikan yang dilakukan manusia tidak terlepas dari pertolongan serta kasih sayangnya. Dalam kajian Taushiah Istighosah Malam Jumat di Masjid Istiqlal, Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, membahas keagungan basmalah dan kaitannya dengan permohonan ampunan serta pertolongan Allah SWT.

Pembahasan ini berkaitan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 37:

فَتَلَقّٰٓى اٰدَمُ مِنْ رَّبِّهٖ كَلِمٰتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ ۗ اِنَّهٗ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Artinya: “Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang"

Ayat tersebut menjelaskan bahwa Nabi Adam AS menerima kalimat-kalimat dari Allah SWT sebagai bagian dari proses pertobatannya. Peristiwa ini mengingatkan bahwa manusia membutuhkan petunjuk Allah untuk kembali kepadanya ketika melakukan kesalahan. Dalam memohon ampunan, seorang hamba tidak hanya menyampaikan penyesalan, tetapi juga perlu menyadari kebesaran Allah dan berharap pada rahmatnya.

Kedudukan basmalah juga dapat dipahami melalui kisah para nabi yang menunjukkan pentingnya menyandarkan diri kepada Allah SWT. Dalam Surah Hud ayat 41, Nabi Nuh AS mengucapkan Bismillahi majraha wa mursaha, yang berarti bahwa berlayar dan berlabuhnya kapal berlangsung dengan nama Allah. Kalimat tersebut menunjukkan sikap berserah diri kepada Allah di tengah keadaan yang penuh ujian.

Sementara itu, dalam Surah An-Naml ayat 30, surat Nabi Sulaiman AS kepada Ratu Balqis diawali dengan kalimat Bismillahirrahmanirrahim. Hal ini memperlihatkan bahwa penyebutan nama Allah menjadi bagian penting dalam pesan yang disampaikan Nabi Sulaiman AS. Kedua kisah tersebut mengajarkan bahwa manusia hendaknya mengawali langkahnya dengan mengingat Allah dan menyadari bahwa segala urusan berada dalam kekuasaannya.

Membaca basmalah bukan hanya dilakukan ketika berdoa atau menghadapi keadaan sulit. Kalimat ini juga dianjurkan untuk membiasai berbagai aktivitas sehari-hari, seperti makan, minum, bekerja, dan memulai pekerjaan yang baik. Dengan membaca basmalah, seorang Muslim diingatkan untuk meluruskan niat serta menjalankan aktivitasnya dengan kesadaran bahwa setiap perbuatan harus berada dalam tuntunan Allah SWT.

Namun, membaca basmalah tidak semestinya berhenti pada ucapan lisan. Kalimat tersebut perlu disertai kesadaran hati terhadap maknanya. Ketika seseorang mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, ia sedang mengingat Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang sekaligus menumbuhkan harapan agar aktivitas yang dilakukan mendapat rida dan keberkahannya.

Dalam kaitannya dengan hal tersebut, pembahasan tentang kehadiran hati (hudhur) menjadi penting. Membaca basmalah hendaknya dilakukan dengan kesadaran, bukan sekadar kebiasaan yang diucapkan tanpa penghayatan. Semakin seseorang memahami maknanya, semakin besar pula kesempatan baginya untuk menjadikan kalimat tersebut sebagai pengingat dalam bersikap dan bertindak.

Pada akhirnya, basmalah mengajarkan seorang Muslim untuk selalu melibatkan Allah SWT dalam setiap langkah kehidupan. Kalimat ini bukan sekadar bacaan pembuka, melainkan pengingat akan keterbatasan manusia dan luasnya rahmat Allah. Dengan membiasakan basmalah disertai niat yang baik dan kesadaran hati, seorang Muslim diharapkan dapat menjalani kehidupan dengan lebih terarah, penuh rasa syukur, dan senantiasa berharap pada pertolongannya.

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.