Foto: Dok. Media Istiqlal

Ceramah Tarawih: Ramadhan Membentuk Pribadi Muslim yang Tangguh

Admin 04 Apr 2022 Warta Istiqlal

Oleh: Dr. H. Adiwarman Azwar Karim, MBA, MAEP


Jakarta, www.istiqlal.or.id - Bulan Ramadhan merupakan bulan istimewa. Siapapun hamba-Nya yang bisa melewatinya sesuai dengan petunjuk  Allah SWT dan Rasulullah SAW, maka dia akan keluar dari Bulan Ramadhan menjadi pribadi yang tangguh.

Kepribadian tangguh seperti apa yang dimaksud? Di antaranya sebagai berikut.

1. Pribadi yang Bersyukur

Pribadi tangguh pertama yang dimaksud  ialah dengan kita menjadi pribadi yang selalu bersyukur. Kenapa bersyukur? Karena Ramadhan merupakan bulan yang membuat kita mudah untuk berbuat baik.

Ramadhan merupakan bulan yang syurga dibuka seluas-luasnya, pintu neraka ditutup rapat, serta setan-setan dibelenggu.

Oleh karenanya kita perlu senantiasa bersyukur atas nikmat yang Allah SWT curahkan. Hal tersebut sesuai seperti yang Allah SWT firmankan dalam Al-Qur'an surat Ibrahim ayat 7,

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Artinya: Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim [14]: 7).

2. Pribadi yang Bersabar

Selain memperbanyak syukur, Bulan Ramadhan juga menjadi wadah kita untuk mempelajari sabar. Misalnya, kita sabar dalam melihat makanan yang halal, karena se-halal apapun makanan di depan mata, kita tetap tidak bisa memakannya apabila azan magrib belum berkumandang.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 153,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah [2]: 153)

Hakikat dunia memang selalu dinamis dan berputar keadaannya. Jadi hal yang kita butuhkan ialah bersabar. Dalam ilmu tasawuf disebutkan, "Kalau engkau mengeluh pada teriknya matahari ketika siang hari, maka sabar saja, karena sebentar lagi akan malam. Kalau engkau mengeluh pada dingin yang datang pada malam hari, maka bersabar saja, karena sebentar lagi akan pagi. Namun jika engkau dapat mengambil manfaat dari teriknya matahar tersebut, (engkau akan dapati hikmah yang bisa kau syukuri), misalnya jemuran yang basah akan menjadi kering."

Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Insyirah [94]: 5-6,

فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ - ٥ اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ - ٦

Artinya: "Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah [94]: 5-6)

Dari firman Allah SWT di atas, kita ketahui bahwasanya Allah SWT Maha teliti timbangannya. Setiap Allah SWT menghendaki kesulitan, secara beriringan Dia juga pasti menghendaki kemudahan bagi kita. Jadi teruslah berprasangka baik kepada-Nya, karena seluruh ketetapan-Nya adalah yang terbaik, jika waktu baik itu belum datang, maka pasti tetap akan ada masanya.

Syaikh Abdul Qadir al-Jailani dalam kitabnya mengatakan, bersabarlah engkau menerima takdir musibah yang Allah SWT timpakan kepada dirimu, sampai penderitaanmu berubah menjadi kebahagiaan.

3. Bermanfaat Bagi Orang Lain

Pada poin ketiga, kita dapati hikmah Ramadhan membawa kita pada kemudahan menjadi insan bermanfaat bagi orang lain. Misalnya saja pada Hadist Riwayat Tirmidzi disebutkan Nabi Muhammad SAW bersabda, "Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun."

Adapun pada HR Ath-Thabrani, Rasulullah SAW juga bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (Hadits Riwayat ath-Thabrani)

Anjuran senantiasa berbuat baik juga bisa diilustrasikan seperti sebuah cermin. Yaitu, jika kita berbuat baik maka yang berbalik ialah kebaikan, adapun jika berbuat jahat maka yang berbalik ialah kejahatan pula.

Allah berfirman dalam QS. Ar-Rahman ayat 60,

هَلْ جَزَآءُ ٱلْإِحْسَٰنِ إِلَّا ٱلْإِحْسَٰنُ

Artinya: "Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)."

Begitulah ceramah yang dibawakan oleh Dr. H. Adiwarman Azwar Karim, MBA, MAEP ketika membahas tema "Ramadhan Membentuk Pribadi Muslim yang Tangguh" di Lantai Utama Masjid Istiqlal, pada Ahad (3/4).

Saksikan video selengkapnya terkait ceramah Ramadhan Dr. H. Adiwarman Azwar Karim, MBA, MAEP dengan tema "Ramadhan Membentuk Pribadi Muslim yang Tangguh" di sini.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.